Banyak cara menghasilkan uang tambahan selain dari pekerjaan utama. Salah satunya dengan membuat produk yang bisa dijual. Seperti yang dilakukan Hanik dengan rajutnya.
HANYA dengan megisi waktu luang di sela kesibukan menjalankan aktivitas, Hanik MustafIdah (40) bisa menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Bermodal ketrampilan tangannya, ia mampu membuat tas rajut yang dilirik pasar.
Wanita Asal Desa Alas Dowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati tersebut mengunakan tali kur sebagai bahan pembuatan tas rajutan. Selain tas rajut, Hanik juga membuat produk dompet, tas dompet, tas handphone, dan tas biasa kecil hingga besar yang memiliki warna yang beragam.
Dalam waktu sehari, Hanik hanya membuat satu produk saja. Karena ia hanya produksi ketika ada waktu luang. Sedangkan untuk harga kerajian yang dirinya buat tergolong beragam.
“Dari mulai harga Rp 40 ribu hingga Rp 250 ribu. Jadi tergantung ukuran besar kecilnya, tergantung habisnya bahan yang digunakan, kemudian tingkat kesulitan,” jelasnya.
Sementara untuk bahan membuat produk kerajinan tersebut, Hanik dapat dari seorang teman. Sedangkan untuk bahan-bahan yang lain, ada bahan furing, busa, resleting.
Ia menuturkan, biaya produksi tergantung ukuran produk. Selain itu, produk miliknya yang paling laku juga tergolong bermacam-macam.
“Barang yang paling diminati pembeli juga macam-macam. Ada yang ingin beli dompet aja, yang kecil sekitaran harga Rp 50 ribu, ada juga yang minta harga Rp 40 ribu,” lanjutnya
Ia juga menceritakan awal mula dirinya membuat produk kerajinan. Yakni diajak oleh temannya, kemudian terus ia kembangkan sendiri sesuai kreasinya. Sementara untuk penjualan, ia hanya mengandalkan mulut ke mulut.
“Jadi kalau ada teman main ke rumah, kemudian saya tunjukin produk ketrampilan tangan. Dari itulah semakin dikenal oleh banyak orang. Sebenernya kepingin ada yang masarin. Tapi terhalang dengan tenaga. Karena hanya memproduksi sendiri,” ucap dia. (cr7/gih)










