Segala sesuatu butuh proses. Tak hanya dalam usaha itu sendiri. Termasuk dalam produknya agar pas.
HAL paling dasar menjalankan bisnis kuliner adalah mencari resep. Mungkin itu yang ada di benak pikiran Imam Hadi Mulyono (50), pria pemilik usaha stik sayur. Ia berhasil membuat produk makanan ringan setelah mengembangkan resep hingga dua tahun.
Pria asal Kabupaten Pati tersebut memulai usaha stik sayur sudah sekitar 7 tahun lalu. Tepatnya di tahun 2015 silam. Tak seperti pembisnis lainnya, ia mendalami dulu resep hingga menemukan cita rasa cocok.
“Awalnya ibu di rumah banyak waktu luang. Kemudian ingin mencari kesibukan, terpikirlah membuat stik sayur. Pertama lihat di google, terus dikembangkan sendiri. Cari resep yang pas kurang lebih hingga 2 tahun. Pada akhirnya ketemu dan bertahan sampai sekarang,” ungkapnya, Senin (4/7).
Adapun bahan pokok pembuatan stik sayur di antaranya tepung terigu, tapioka, rempah-rempah, dan sayur-sayuran. Sedangkan jenis sayuran yang ia gunakan ada empat. Dari mulai seledri, cabe, labu, dan daun kelor.
Setelah menemukan resep yang tepat, ia kemudian mulai tekun menjalankan bisnis. Diawali dengan mengurus izin-izin yang ada. Dan saat ini, dirinya sudah bisa memproduksi stik sayur setiap hari.
“Setiap hari produksi 6 hingga 7 kilo. Kalau untuk jenis sayuran bisa beragam. Sedangkan modal yang dibutuhkan dalam produksi sehari mungkin sekitar 150-300 ribu,” ucapnya.
Ia mengaku, sebelum ada pandemi Covid-19 ada 2 karyawan yang membatu produksi. Namun, saat ini ia hanya dibantu oleh istrinya. Meskipun demikian, dalam kurun waktu sehari dirinya masih mampu menjual 60 pcs setiap harinya.
“Jadi setiap hari masih bisa jual 50 hingga 60 pcs. Kalau Isinya bervariasi, ada kemasan tanggung seberat 120 gram dan kemasan besar 200 gram. Untuk kemasan tanggung harga Rp. 6 ribu dan kemasan besar Rp. 12 ribu,” jelasnya.
Terkait penjualan, ia memanfaatkan marketplace yang dioperasikan istrinya. Tak hanya itu, sebagian ia juga menitipkan di toko-toko.
“Harapanya kalau bisa punya reseler atau agen. Soalnya yang menjadi kendala agen masih susah. Saya ingin ada agen-agen yang menampung langsung dapat uang,” ucap dia. (lut/gih)










