MINIATUR Indonesia memang tepat untuk menggambarkan Kota Yogyakarta. Selain banyaknya pelajar yang datang dari berbagai daerah, ragam kuliner Indonesia juga hadir di Yogyakarta. Salah satunya Lontong Sayur Uda Uni yang menyajikan kudapan khas Sumatera.
Tenda kuliner yang telah ada selama 20 ini menwarkan berbagai menu sarapan. Ciri khas dari sajian menu disini adalah kuah padang santan kental yang kaya akan rempah dan bercita rasa kuat.
Pemiliknya, Uni Lastri mengaku sudah merantau ke Kota Yogyakarta sejak 2003. Tujuannya awal merantau memang ingin menjalankan usaha kuliner khas minang. Setiap harinya, Lontong Sayur Sumatera Uda Uni yang terletak di deretan tenda kuliner depan pagar Stadion Mandala Krida itu buka mulai 06.30 hingga 12.30.
“Ada beberapa menu yang kita sediakan, mulai dari lontong sayur, lontong pecel, dan soto padang. Dengan ciri khas yang kita miliki adalah kuah padang santan kental yang kaya akan rempah dan bercita rasa kuat,” ungkapnya, Selasa (4/7/23).

Dalam satu porsi menu lontong sayur, isiannya adalah potongan lontong, sayur nangka, buncis kuah gulai cubadak, serta siraman kuah padang ditambah taburan kerupuk di atasnya. Kemudian menu lontong pecel yang terdiri dari lontong, mie, sawi, dan kol dengan taburan kerupuk merah jambu.
Kedua menu di atas bisa ditambahkan dengan telur kuah padang atau ayam saus padang. Terakhir adalah menu soto padang, hidangan berkuah kaldu sapi dengan bahan irisan daging sapi yang sudah digoreng kering, bihun, ditambah perkedel kentang yang juga bisa dinikmati dengan ditambah nasi putih.
Harga dari menu-menu yang ditawarkan warung Lontong Sayur Sumatera Uda Uni sangat terjangkau. Satu porsi menu lontong sayur dibanderol dengan harga mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Kemudian menu lontong pecel Rp 12 ribu hingga Rp 20 ribu, dan Rp 9 ribu sampai Rp 12 ribu untuk satu porsi soto padang.
“Pembeli yang datang ke sini dan jadi pelanggan itu ada yang memang orang Minang atau dari Sumatera yang merantau ke Yogyakarta. Ya ada mahasiswa, ada juga yang sudah berkeluarga. Tapi banyak juga orang Yogya yang jadi pelanggan tetap disini,” ungkapnya.
Lastri mengaku, para pelanggannya datang lantaran harga yang diberikan pas di kantong. Namun, cita rasa kuahnya yang khas tetap terasa lezat dan konsisten. (riz/mg4)










