Demak  

Eks TPA Kalikondang Jadi Lokasi Konservasi Lingkungan

PENGHIJAUAN: Penanaman bibit oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak Agus Musyafak bersama Ketua Forum Silaturahmi Lingkungan (FOSIL) Demak Rohmad Utomo di eks TPA Kalikondang, Selasa (15/3). (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Dalam rangkaian acara menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Demak ke-519 yang akan jatuh pada 28 Maret mendatang, Pemkab Demak melakukan penanaman pohon di eks TPA Kalikondang Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut di koordinator oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak menggandeng beberapa komunitas pecinta alam.

Kepala DLH Agus Musyafak menyampaikan, selain dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Demak ke-519 penanaman pohon di eks Kalikondang ini merupakan langkah awal menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi konservasi. Di samping itu, sebagai bentuk menyampaikan ke masyarakat bahwa TPA yang dulu berbau, kotor dan dulu dipandang sebelah kini menjadi jauh lebih baik.

“Jadi kita mau mengubah lokasi eks TPA Kalikondang ini menjadi lokasi konservasi. Sekarang sudah tidak ada bau sekarang menjadi area atau zona untuk konservasi, artinya adalah bahwa untuk pembibitan untuk penanaman kembali pengembangbiakan tanaman langka,” paparnya, Selasa (15/3).

Agus mengatakan, selain sebagai lokasi konservasi, lokasi eks TPA Kalikondang yang kini telah di uruk dengan tanah wadas itu akan dijadikan sebagai tempat edukasi bagi anak-anak sekolah di Kabupaten Demak. Sementara lokasi itu memiliki ketinggian sekitar 12 sampai 15 meter.

“Nanti kalau ini sudah jadi, sudah bagus dan tertata dengan baik, bisa untuk arena edukasi anak-anak atau adik-adik kita di SD, bahwa ini loh pohon apa ini pohon apa, kalau sudah jadi seperti ini,” ucapnya.

Diketahui, eks TPA Kalikondang merupakan sebuah gundukan sampah yang sudah inaktif dan sudah tidak dipakai sejak 2021 yang kemudian di uruk oleh Pemkab. Sebelumnya TPA tersebut dianggap masyarakat overload, sehingga lindi atau hasil dari endapan sampah menyebar di area persawahan hingga mengakibatkan petani gagal panen. (cr3/gih)