Figur  

Hobi Dance Hingga Ikut Berkompetisi

Yulianingsih. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

YULIANINGSIH, gadis kelahiran Kendari ini sangat menyukai drama korea. Hingga akhirnya kesenangannya terhadap drama korea, berlanjut kepada musik K-Pop atau Korean Pop. Menurutnya aktris pemain drama dan boyband atau girlband dari Korea Selatan ini terlihat menawan dimatanya.

“Awalnya kan dikenalkan oleh bibi Full House, sama temenku Boys Before Flowers. Dari drama lanjut ke musik, juga sama Super Junior (Suju) dan SNSD, kok cakep-cakep ya,” ujar Lia saat dihubungi Minggu (29/5).

Saat itu, terdapat salah satu acara di televisi yang menayangkan musik K-Pop di hari sabtu. Bahkan Ia pernah bolos sekolah untuk menontonnya.

“Akhirnya aku tahu banyak boyband dan girlband, cuma masih fokus ke Suju dan SNSD. Pas SNSD ngeluarin lagu berjudul Gee dengan video klip yang tidak terlalu ribet dan ngeliatin banget dance-nya, aku mulai tertarik untuk latihan dance sendiri,” ucapnya.

Gadis berzodiak Cancer ini tanpa sadar menantang diri sendiri untuk bisa menjadi dancer. Ia mensugesti pikirannya bahwa ia adalah member ke-10 SNSD.

“Aku sering ngunci pintu kamar buat latihan dance. Aku coba untuk latihan, ngikutin gerakan dan aku bisa, sempat ketahuan orang tua juga dan aku malu banget,” katanya.

Saat Lia duduk di bangku kuliah, ia mulai bergabung dalam komunitas pecinta Korea. Dari sini, ia mulai mengembangkan hobinya dalam dance cover bersama komunitasnya.

“Aku diajak ke studio latihan untuk berlatih dance bersama. Saat itu, aku dapat pesan kalau komunitas itu ada panggilan untuk dance, akhirnya aku ikut,” ucapnya.

Lia dengan perawakan yang kurus ini ternyata gagal mengikuti dance tersebut. Namun akhirnya beberapa waktu kemudian ia berhasil mengikutinya.

“Aku ikut lomba itu, tapi ibaratnya itu debut pertamaku. Aku jatuh dipanggung meski ga fatal banget, tapi karena aku berada di paling depan. Otomatis kita kalah, namun teman-teman terus mendukungku,” paparnya.

Lia mengaku sangat menyukai euforia saat di atas panggung. Terlebih saat anak-anak K-Pop ikut bernyanyi dan teriak-teriak dibawah panggung.        Komunitasnya semakin dikenal dan makin banyak anggotanya. Hingga akhirnya mengadakan event Korean Festival.

Selain K-Fest, terdapat juga Jakor (Jepang Korea) yang waktu itu berperan penting di kotanya, hingga masuk berita dengan membludaknya pengunjung yang berdatangan. Di event-event tersebut, Lia membawakan tiga sampai lima lagu untuk cover dance komunitasnya.

“Disitu aku harus bisa membagi waktu karena latihannya sebulan dengan bawain tiga sampai lima lagu. Apalagi kalau membernya ga lengkap, tapi tanpa sadar itu membuat kita berkembang,” jelasnya. (ers/bid)