KENIKMATAN makanan khas Kamuan Carang Gesing selalu dinanti saat bulan Ramadan tiba. Hal tersebut dibuktikan ketika Pasar Sore Kauman digelar, sebagian besar pedagang menjual makanan manis tersebut.
Salah satu pedagang Carang Gesing Ginah mengungkapkan, makanan manis itu biasa ia dijual saat bulan puasa tiba. Dikatakan bahwa Carang Gesing adalah makanan yang pasti ada di Pasar Sore Kauman karena keunikannya.
“Carang Gesing sendiri terbuat dari irisan pisang yang dikukus bersama santan manis. Dan untuk menambah aroma harum, diberi irisan pandan di dalamnya dengan di bungkus menggunakan daun pisang,” ungkapnya saat diwawancarai Joglo Jogja, Minggu (26/3).
Pembuatan Carang Gesing sendiri membutuhkan disiplin memasak yang dimulai ketika memilih bahan baku pisang. Biasanya pisang kepok harus pas matangnya, tidak terlalu matang dan tidak terlalu mentah dengan cara dipijat dulu untuk menentukan kematangannya
Daun pembungkus Carang Gesing juga dipilih yang ulet dan lembut, serta kelapa yang untuk membuat santan pun dipilih yang pas tuanya. Sehingga kombinasi tersebut dapat pas menyatu saat dirasakan di dalam mulut.
Dengan harga Rp 4.000 sudah bisa membawa pulang satu bungkus Carang Gesing. Dengan menunggu buka ditemani teh manis, membuat makanan tradisional ini banyak diminati banyak pengunjung yang datang.
“Untuk mulai jualan di Pasar Sore Kauman ini saya mulai jam dua siang, dan selesai jualan pukul enam. Karena setelah azan magrib, barang-barang dagangan kita harus segera dibereskan,” ungkapnya.
Diharapkan masyarakat dapat lebih bisa mencoba dan mengetahui makanan tradisional yang ada di sekitar. Karena ini warisan yang perlu dipertahankan sampai saat ini.
Di sisi lain, pembeli Carang Gesing Widya mengungkapkan, dirinya pernah mencoba Carang Gesing beberapa waktu lalu. Oleh sebab itu, dirinya kembali mencari makanan tersebut di Pasar Sore Kauman.
“Untuk rasa Carang Gesing sendiri manis, hampir mirip seperti nagasari dengan tekstur yang kenyal, sehingga membuat legit di mulut. Dan untuk ke depannya saya mau membeli lagi karena rasanya pas untuk lidah saya,” imbuhnya. (cr4/abd)










