JEPARA, Joglo Jateng – Krisis sumber air bersih mulai terjadi di Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo. Total warga yang terdampak sebanyak 647 KK atau 841 jiwa.
Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi (RR) BPBD Jepara, Bagus Ari menyampaikan, pada Senin (11/8) lalu, pihaknya sudah menerima permintaan resmi untuk melakukan dropping air bersih ke desa yang jaraknya sekitar 45 km dari pusat kota.
Dropping pertama ditujukan untuk dua dukuh yang selama ini menjadi langganan kekeringan setiap kemarau tiba yaitu, Dukuh Glingsem dan Dukuh Alang-Alang Ombo.
“Total warga yang terdampak sebanyak 647 KK atau 841 jiwa di dua dukuh, Dukuh Alang-Alang Ombo dan Dukuh Glingsem,” ujarnya, Kamis (14/8).
Dalam pengiriman awal, BPBD Jepara mengerahkan dua tangki air bersih, masing-masing berkapasitas 5 ribu liter. Namun, kelanjutan bantuan air bersih masih menunggu koordinasi lebih lanjut.
“Jumlah yang kita dropping kemarin totalnya 10 ribu liter. Kita juga minta tolong sama Pemdes Sumberrejo agar bersurat ke kami juga, seminggunya minta dropping berapa kali,” kata Bagus.
Permintaan air bersih ternyata tak hanya datang dari Sumberrejo. Bagus menyebut, Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung juga sempat meminta bantuan serupa. Namun, setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, dropping air untuk wilayah itu masih ditunda.
Meski belum ada status waspada kekeringan dari BMKG, BPBD Jepara sudah menyiapkan langkah antisipasi. “Kita belum tahu (apakah dropping nanti bertambah atau tidak), karena rilis dari BMKG juga belum turun. Tapi kita sudah siap kalau ada permintaan dropping,” tandasnya. (oka/gih)










