Mengusung tema “The Sky of Heritage”, Java Balloon Attraction 2026 membuktikan bahwa budaya tradisional bukan sekadar peninggalan masa lalu yang statis.
Lebih dari itu, tradisi ini merupakan motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang nyata bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi berbasis lokal. Sektor pariwisata dinilai menjadi lokomotif penting dalam membangun perekonomian daerah.
Melalui festival ini, sebanyak 36 peserta terbaik menampilkan kreativitas dan kemahiran terbaik mereka. Yakni dalam menerbangkan balon udara tradisional yang aman dan terjaga.
Untuk mendukung keberlanjutan event internasional ini, Pemkab Wonosobo juga terus bersinergi dengan berbagai pihak strategis.
Mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Kebudayaan, Forkopimda, AirNav Indonesia, hingga Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya.
Tidak hanya berbicara mengenai pelestarian budaya dan pariwisata, momentum ini juga dimanfaatkan untuk hal lain.
Pemkab Wonosobo memanfaatkannya untuk menegaskan komitmen mereka dalam menegakkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Di akhir sambutan, Kristijadi mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk menyuarakan gerakan antikorupsi secara serentak. Hal ini demi masa depan Wonosobo yang lebih berintegritas.
Acara Java Balloon Attraction 2026 ini berjalan dengan sukses, tertib, dan aman. Sekaligus, menjadi simbol kebangkitan pariwisata Wonosobo yang berakar kuat pada kearifan lokal. (cr1/ree/rds)










