SEMARANG, Joglo Jateng – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Heri Londo, sapaan akrabnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila hanya mengandalkan peran pemerintah tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Heri mengatakan, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Selain pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, komunitas, dan media juga memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program pembangunan.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat akan melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam FGD bertema “Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pembangunan Daerah” di Kota Semarang, belum lama ini.
Menurut Heri, partisipasi masyarakat tidak hanya sebatas menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut mengawal, mengawasi, dan berkontribusi dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan. Dengan keterlibatan masyarakat, setiap kebijakan akan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ia menilai komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik. Karena itu, pemerintah perlu menyediakan ruang dialog yang lebih luas agar aspirasi masyarakat dapat terserap secara optimal.

“Masyarakat harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat. Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin besar pula peluang keberhasilan pembangunan daerah,” katanya.
Heri juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemerataan pembangunan antarwilayah.
Menurutnya, DPRD memiliki peran strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kolaborasi yang baik akan melahirkan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Ketika pemerintah, DPRD, dan masyarakat berjalan bersama, pembangunan akan lebih cepat dan hasilnya lebih optimal,” jelasnya.
Heri berharap forum diskusi tersebut mampu menghasilkan berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa harus terus dijaga sebagai modal utama membangun Jawa Tengah.
“Kunci keberhasilan pembangunan bukan hanya terletak pada besarnya anggaran atau banyaknya program, tetapi pada kuatnya kolaborasi dan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama membangun daerah,” pungkasnya. (oka/gih/rds)










