Kudus  

Panen Karya, 139 CGP Diajak Tingkatkan Kualitas Pendidikan

KUNJUNGI: Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, saat meninjau salah satu stan panen karya Calon Guru Penggerak Angakatan 9, di Aula DPRD Kudus, Kamis (25/4/24). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 139 guru dan kepala sekolah di Kabupaten Kudus, memamerkan 21 stan karya hasil belajar Program Guru Penggerak (PGP), di Aula DPRD Kudus, Kamis (25/4/24). Pameran karya dalam lokakarya Calon Guru Penggerak Angkatan 9, menjadi puncak tahapan pendidikan dalam program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada, turut mengapresiasi gelaran karya oleh CGP angkatan 9. Ia menyebutkan hingga saat ini total guru penggerak kurang lebih 357 guru.

Harjuna mengimbau agar nantinya guru penggerak bisa andil meningkatkan kualitas pendidikan di Kudus. Sebab pembangunan pendidikan tak hanya dilakukan melalui peningkatan sarpras tetapi juga kualitas tenaga pendidik.

“Saya apresiasi pelaksanaan kegiatan lokakarya angkatan 9. Ini menjadi program unggulan untuk meningkatkan kompetensi pedagogi dan menghasilkan profil guru penggerak yang sesuai kebutuhan guru merdeka belajar,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap para guru yang telah ditempa dan difasilitasi materi agar bisa benar-benar menjadi motor penggerak untuk mempercepat pencapaian visi misi. Sehingga pendidikan lebih maju dan berkualitas.

“Guru penggerak harus busa jadi teladan. Dan mari buktikan bahwa guru di Kudus berkompeten kreatif dan inovatif,” tandasnya.

Koordinator Guru Penggerak, Zainuddin menyebutkan, lokakarya ini merupakan proses terakhir dari pendidikan 6 bulan guru penggerak. Yang terdiri dari 7 loka dan panen karya.

“Untuk angkatan 9 dimulai November 2023 dan selesai April 2024 ini. Dan hari ini (Kemarin, Red) masing-masing bertema Kearifan Lokal Kudus. Misalnya agromuria, bulusan, ampyang maulid, dandangan, selendang tohwatu dan lain-lain,” jelasnya.

Usai panen karya, lanjut Zainuddin, guru penggerak memiliki beragam tugas selain menjadi pengajar praktis. Guru penggerak harus mampu mendorong peningkatan pendidikan melalui inovasi pembelajaran. Membuka ruang kolaborasi positif dan mampu memimpin pembelajaran yang mendorong ekosistem pendidikan di sekolah.

“Guru penggerak juga diharapkan menerapkan ilmu hasil belajarnya di sekolah. Harus terus bergerak untuk proses perbaikan pembelajaran,” ungkapnya. (cr1/fat)