JEPARA, Joglo Jateng – Ratu Kalinyamat telah resmi dianugerahkan sebagai tokoh Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Joko Widodo pada (10/11/23). Untuk itu, Pemkab Jepara berinisiasi akan menambah koleksi baru terkait peninggalan Ratu Kalinyamat di Museum Kartini.
Manager Museum Kartini dari Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Jepara, Iwan Nugroho menyampaikan, penambahan koleksi baru itu perlu dilakukan. Karena sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasa daripada Ratu Kalinyamat.
Di samping itu, Museum Kartini juga menjadi tempat sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat. Salah satunya untuk mereka yang ingin belajar sejarah pahlawan Jepara.
“Sebagai upaya untuk menghormati dan mengenang jasa Ratu Kalinyamat, sekaligus ingin memperkenalkan bagaimana perjalanan Ratu Kalinyamat bisa sampai menjadi tokoh pahlawan,” jelas Iwan.
Ia bercerita, koleksi yang akan ditambahkan, saat ini masih dipegang oleh salah satu warga asal Donorojo, Kecamatan Keling. Lantaran, warga tersebut merupakan penemu benda peninggalan Ratu Kalinyamat.
Sebagaimana aturan cagar budaya, penemu diizinkan untuk membawa atau merawat benda sejarah. Selagi, benda itu tidak di bawa ke luar negeri.
“Sebenarnya terkait peninggalan Ratu Kalinyamat sudah ada pada lima tahun silam. Sekarang dibawa sama penemunya. Sudah kita komunikasikan, tapi penemu belum memberi izin untuk diserahkan ke museum. Tapi, akan ada waktunya untuk diberikan ke museum,” terangnya.
Kemudian, lanjut dia, sebanyak 12 benda yang dibawa oleh warga Donorojo itu. Diantaranya, simbar (kalung), peralatan makan-minum (gerabah), dan anak panah dari prajurit Ratu Kalinyamat.
Menurut Iwan, penemuan benda tersebut ditemukan di berbagai titik. Namun, lebih dominan ditemukan di wilayah Utara Jepara, yakni Donorojo sekitarnya.
“Saat itu, dari Dinas pernah menawarkan tali asih kepada penemu sebagai biaya rawatnya. Tapi penemu belum bisa menerima. Karena barang antik kan berkaitan dengan leluhur. Jadi, kami tinggal menunggu,” bebernya.
Pihaknya berharap, dengan wacana penambahan koleksi peninggalan Ratu Kalinyamat, diharapkan dapat dibuatkan museum khusus untuk Ratu Kalinyamat. Meski, Iwan meyakini bahwa dalam mendirikan sebuah museum perlu memerlukan waktu yang panjang.
“Karena Museum Kartini sudah penuh, jadi pengennya ada Museum baru untuk Ratu Kalinyamat,” pungkasnya Kepada Joglo Jateng. (cr4/fat)










