Figur  

Luar Biasa! Santri Semarang Ini Kuliah S2 Double Degree di Jepang dan Dinobatkan Jadi Santri Terinspiratif se-Indonesia

JUDUL BOX: Santri Ponpes Darul Ilmi Meteseh, Khoirul Adib di Ajang Pesantren Award 2025. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SALAH satu santri Pondok Pesantren Darul Ilmi Meteseh, Semarang, Khoirul Adib, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara 1 Pesantren Award Kategori Santri Inspiratif Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025.

Khoirul Adib, yang juga tercatat sebagai mahasiswa program Magister (S2) double degree Universitas Diponegoro Semarang dan Hiroshima University Jepang, dikenal sebagai sosok santri muda yang menginspirasi banyak pihak melalui kiprah akademik dan pengabdiannya terhadap masyarakat.

Ajang Pesantren Award 2025 merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Agama RI kepada pesantren dan santri yang berkontribusi besar dalam bidang pendidikan, sosial, serta pengembangan keilmuan di Indonesia. Dalam kategori Santri Inspiratif, peserta dinilai berdasarkan inovasi, prestasi akademik, kepemimpinan, dan dampak sosial yang dihasilkan.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ilmi Meteseh menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Khoirul Adib menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

“Ini menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Capaian ini sekaligus mempertegas komitmen Pesantren Darul Ilmi Meteseh dalam mencetak generasi santri yang berkarakter, berilmu, dan berwawasan internasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa Pesantren Award bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan ruang apresiasi bagi dedikasi panjang pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

“Kita ingin dunia pesantren semakin mendapat tempat dalam pembangunan nasional,” ujarnya di hadapan ratusan undangan, dikutip dari laman resmi kemenag.go.id.

Suyitno juga memuji kerja keras dewan juri yang diketuai Alissa Wahid. Menurutnya, seluruh proses seleksi dilakukan secara ketat, transparan, dan penuh integritas.

“Saya menyaksikan langsung bagaimana para juri berdiskusi dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan penghargaan ini jatuh ke tangan yang layak,” tegasnya.