PATI, Joglo Jateng – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati menyampaikan volume sampah telah kembali normal. Setelah sebelumnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, pada saat libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.
Kepala DLH Pati Tulus mengatakan, terjadi kenaikan volume sampah pada hari pertama hingga hari kelima lebaran. Kenaikan sampah tersebut tergolong tinggi, hingga mencapai dua kali lipat dari sebelumnya. Akan tetapi, volume sampah tersebut kini sudah berangsur normal.
“Setelah hari kelima memang berangsur turun. Bisa dikatakan timbunan sampah di Kabupaten Pati sudah seperti waktu sebelum lebaran. Berkisar 80 hingga 90 ton,” ujar Tulus, Selasa (17/5).
Akibat kenaikan volume sampah pasca lebaran, para petugas di lapangan tidak mengikuti libur saat lebaran. Hal itu dilakukan, guna mencegah terjadinya penumpukan sampah di seluruh Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kabupaten Pati.
“Saat ini, rutinitas kami sudah kembali normal. Baik di pasar atau di titik lainya sudah seperti biasa lagi. Hanya saja, memang pada waktu lebaran volume sampah bisa mencapai 150 ton per hari. Mulai hari pertama lebaran, hingga hari kelima,” lanjut dia.
Berdasarkan hasil timbangan yang dilakukan, pihaknya perlu melakukan penambahan intensitas pengangkutan sampah. Hal itu dikarenakan, volume sampah di beberapa TPS hampir mengalami kenaikan secara merata.
“Jumlah sampah yang paling banyak jelas di perkotaan. Tapi secara keseluruhan hampir merata. Di desa seperti di Guyanngan dan Trangkil, itu juga naik dua kali lipat. Kemudian juga hampir sama di pasar, memang overload semua,” paparnya.
Untuk mengatasi kenaikan volume sampah pada libur lebaran, armada truk sampah yang ada di kota turut diperbantukan untuk mengangkut sampah di titik lainnya. Baik itu di desa ataupun di pasar tradisional. (cr7/abd)










