Pati  

Minim Anggaran, Perawatan Pasar belum Maksimal

SUASANA: Pengunjung di Plaza Pragolo Pati terlihat ramai, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemeliharaan plaza dan sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pati masih belum bisa maksimal. Hal itu dikarenakan, anggaran perawatan dan pemeliharaan yang tergolong sangat minim.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati Hadi Santoso mengatakan, pihaknya hanya memiliki anggaran pemeliharaan sebesar Rp 50 juta. Angka tersebut dirasa terlalu kecil, jika dilihat dari jumlah bangunan yang dikelola.

“Ada beberapa tempat yang kami kelola, mulai dari gedung kantor, Plaza Pragolo, dan ditambah 20 pasar tradisional. Total ada sekitar 25 unit bangunan yang harus kami pelihara. Sedangkan anggarannya hanya sekitar Rp 50 hingga 60 juta untuk satu tahun,” ujarnya, belum lama ini.

Menurut Hadi, jumlah anggaran tersebut berbeda jauh, jika dibandingkan dengan sebelum adanya refocusing anggaran. Sehingga, terjadi penurunan hingga mencapai 40 persen lebih.

“Jadi kalau dulu itu ada dari dana aspirasi. Kalau tidak salah, satu plaza sampai 10 juta. Tapi kalau sekarang sudah tidak ada. Untuk satu pasar hitungannya hanya 5 juta dalam setahun,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihaknya berencana untuk mengusulkan renovasi di Plaza Pragolo. Sebab, tempat berburu oleh-oleh khas Pati tersebut dinilai perlu dilakukan perbaikan. Sehingga, nantinya dapat dikelola lebih maksimal.

“Intinya di bagian dalam kita tata, agar lebih representatif untuk event. Dulu di dalam semua, jadi terkesan kumuh kalau tidak ada yang jualan. Setting-nya seperti warung atau rumah makan,” tuturnya.

Namun demikian, pihaknya masih belum dapat memastikan, karena belum di masukan ke pembahasan. “Kalau disetujui, tahun depan akan di renovasi. Untuk saat ini belum, karena perlu masuk ke pembahasan. Jadi baru usulan dari kami dan belum pasti diterima,” tandasnya. (cr7/abd)