KETERAMPILAN tangan Ratna Anggraheni (54) patut diacungi jempol. Perempuan asal Kabupaten Pati itu mampu mengubah batok kelapa menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Ia mengolah batok kelapa yang tak terpakai menjadi souvernir menarik. Dari mulai gantungan kunci, bros, relief, patung, dan souvernir menarik lainya.
Ratna menceritakan awal mula dirinya menciptakan produk berbahan tempurung kelapa tersebut pada tahun 2010. “Awal mulanya bukan dari tempurung kelapa. Tapi menggunakan daun sirsat. Dari mulai membuat lukisan, tas, souvernir. Akan tetapi terus kepikiran barang sejenis daun kurang awet. Maka berfikir cari yang lebih bisa awet,” ungkapnya, Senin (23/5).
Namun, ia mengatakan tidak beralih secara sepenuhnya ke tempurung kelapa. Daun sirsat tetap ia buat meski tidak sesering dulu. Menurutnya, kerumitan pembuatan berbeda-beda.
“Kalau pembuatan tergantung item. Kalau gantungan kunci tingkat kerumitannya, walaupun lumayan sulit tapi sudah ada ukurannya. Jadi kita udah ada rambu sehingga bisa cepat,” jelasnya.
Sementara terkait harga juga berbeda-beda. Dari yang paling murah seharga Rp 1.500, dan untuk sovernir yang harganya paling tinggi Rp 20 ribu. Sedangkan untuk relief paling tinggi dengan Rp 20 – 25 ribu.
Dirinya juga menyampaikan terkait item yang diminati masyarakat. Dikatakannya, saat ada pameran di tempat kalangan atas, otomatis yang laku barang seperti patung dan relief. Tapi kalau pameran di kelas rakyat yang laku bros dan gantungan kunci. Yang terakhir merupakan item yang paling laku.
“Namun yang terbanyakan penjualannya memang gantungan kunci dan bros. Karena itu untuk pangsa sovernir penganten,” tuturnya.
Ratna menambahkan, setiap produksi modalnya juga berbeda-beda. Kalau bros kunci harga jual Rp 1.500 ribu, paling maksimal modalnya Rp 500 rupiah untuk satu gantungan kunci. Sedangkan yang paling rumit pengerjaan yakni patung sama relief.
“Kalau relief dua dimensi menuju tiga dimensi mirip patung tapi datar. Tapi kalau patung bener-bener tiga dimensi. Yang namanya batok kan barang bulat, kalau patung kan ada yang bisa diluruskan, bisa di lengkung tetep, jadi perlu perlakuan khusus,” tandasnya. (cr7/gih)










