PATI, Joglo Jateng – Banjir rob di Kabupaten Pati merendam ratusan rumah di kawasan pesisir utara sejak Senin (23/5) lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat, setidaknya terdapat 153 rumah di kawasan pesisir utara Pati yang terendam banjir.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu merupakan salah satu desa yang terdampak banjir secara langsung. Menurut keterangannya, selain merusak tambak ikan, banjir rob juga masuk ke area pemukiman penduduk.
“Kurang lebih ada 80 rumah yang terdampak di Desa Tunggul Sari. Sementara yang Dukuhseti di desa Banyutowo itu kurang lebih ada 73 rumah yang airnya masuk. Kondisi saat ini kurang lebih ketinggian air 20 cm, tetapi di pelataran atau jalan akses masuk rumah,” jelasnya, Senin (24/5).
Pihaknya bersama pemerintah desa, masyarakat, Babinsa dan TNI, terus melakukan upaya penanganan dengan membuat tanggul penahan. Hal tersebut dilakukan, untuk mengurangi kemungkinan masuknya air laut masuk ke wilayah pemukiman lebih lanjut.
“Lokasi yang terdampak banyak. Akan tetapi yang masuk pemukiman hanya di Desa Tunggulsari dan di Banyutowo. Sementara titik yang lain itu area tambak,” terangnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih belum menghitung kerugian materi akibat banjir rob tersebut. Namun demikian, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. “Tapi kalau diperkirakan, karena banyak area tambak, kerugiannya bisa ratusan juta sampai miliaran,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipatif, pihaknya menurunkan relawan untuk menanggulangi banjir rob susulan. Sebab, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masih dimungkinkan terjadi banjir rob di sejumlah titik.
“Relawan kami ada 15 orang, yang merupakan relawan tim reaksi cepat (TRC). Sekarang posisinya sudah bergeser ke wilayah Dukuhseti. Diupayakan memberikan bantuan karung dan oleh masyarakat diisi dengan pasir dan tanah untuk memperkuat tanggul,” pungkasnya. (cr7/abd)










