MESKI dilanda banjir sejak malam Tahun Baru, usaha furnitur di Desa Dorang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara tetap aktif beroperasi. Diketahui, wilayah tersebut banjirnya mencapai ketinggian sepaha orang dewasa.
Salah satu pengukir lokal, Riki Riyanto memaparkan, sampai sekarang orderan ukir di Dorang masih berjalan normal. Karena usaha furnitur masih laris di pasaran.
“Cukup normal dan baik-baik saja. Orderan yang masuk seperti hari biasa. Untuk aspek pemasukan juga sama,” papad Riki kepada Joglo Jateng, Kamis (5/1/23).
Sementara itu, tukang mebel di Dorang, Rusmanto mengatakan, secara pemasukan orderan terbilang sama. Hanya saja, yang menghambat terdapat pada mobilitas yang disebabkan oleh banjir.
“Banjir yang melanda sejak malam tahun baru, itu menganggu akses pengiriman hasil produksi kepada konsumen. Selesai digarap tapi gagal kirim kan sama saja, susah,” terang Rusmanto.
Di lain sisi, menurutnya, pengerjaan ukir dan mebelnya masih berjalan lancar, disebabkan tingginya halaman rumah. Hal tersebut, menepis banjir masuk ke ruang produksi.
“Rumah ini model baru, jadi ditinggikan halamannya. Karena tahu, bahwa ini banjir yang datang setiap tahunnya. Jadi antisipasi, sehingga produksi ukir maupun mebel tetap berjalan di tengah banjir yang melanda,” ujar dia.
Lebih lanjut, banjir di pembukaan tahun 2023, bagi dia tidak parah, ketimbang di tahun 2014. Karena hanya selutut, sementara di tahun sebelumnya sampai setengah rumah terendam banjir.
“Ini lumayan, tidak masuk rumah. Dulu (2014) sampai setengah rumah tenggelam ditelan banjir. Perekonomian rusak parah. Semoga banjir ini segera surut, dan perekonomian warga tetap berlanjut,” pungkasnya. (cr2/gih)










