SEMARANG, Joglo Jateng – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Wisnu Zaroh mengatakan bahwa untuk mengangkat 5.748 guru prioritas pertama (P1) dibutuhkan proses hingga tahun 2025. Pada 2023 ini pihaknya kemungkinan mengangkat guru honorer menjadi PPPK sesuai dengan jumlah formasi yang dibutuhkan yaitu 4.351, dari sebanyak 10.099 guru di Jateng yang lolos passing grade PPPK.
“Jumlah formasi ini ditentukan bersama lembaga lain yang terkait berdasarkan perhitungan kebutuhan mengajar di sekolah dan kemampuan anggaran pemerintah. Rapat kemarin kita butuhkan sebenarnya untuk mengangkat PPPK kemampuannya 2.000 sekian. Tapi kami tambah kami usulkan, tapi jangan 40 jam ngajarnya. Perhitungannya nanti muncul formasinya 4.000-an sekian,” ungkap Wisnu saat ditemui di kantornya, belum lama ini.
Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk 5.748 guru honorer yang sudah lolos passing grade pada seleksi PPPK tahun 2022 akan diangkat secara bertahap. Hal ini juga turut menyesuaikan guru yang pensiun tiap tahunnya.
“Otomatis 2024 nanti dari tahun 2023 yang passing berapa, yang penisun berapa, itu diisi (untuk pengangkatan PPPK). Kalau guru pensiun, kita 1.420 sampai 2.400, sekitar itu, tidak lebih dari itu,” ujarnya.
Wisnu menyampaikan, jumlah guru yang pensiun tiap tahunnya bisa mencapai sekitar 1.420 hingga 2.400 PPPK. Dengan ini, BKD Jateng merencanakan tiap tahunnya nanti ada sebanyak 1.500-an guru yang akan diangkat. Sehingga, pada tahun 2025, BKD Jateng mengupayakan untuk 5.748 guru honorer kategori P1 tersebut semuanya sudah bisa diangkat menjadi PPPK.
“Nanti akan kami terima khusus PPPK guru yang itu mulai 2023 akan diangkat lagi. Katakanlah 1.500 misalnya, nanti 2024 juga 1.500, 1.500 lagi sampai nanti 2025,” jelasnya
Ia mengatakan, pengangkatan seluruh guru honorer P1 di Jateng menjadi PPPK tidak bisa dilakukan secara serentak. Perlu waktu dan proses bertahap. Namun demikian, BKD Jateng ke depannya tetap akan memperjuangkan kesejahtreaan guru honorer. (luk/gih)










