Menikmati Sate Ayam Dua Kali Celup

Sri Rukan
PROSES MEMASAK: Sri Rukan sedang membakar sate ayam, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

Beda tangan beda rasa. Begitulah ucapan yang sering terdengar tentang masakan di Indonesia. Tak terkecuali jenis kuliner ini. Sate namanya. Makanan berbahan daging yang ditusuk dengan lidi ini menjadi salah satunya hidangan favorit masyarakat.

UMUMNYA sate dicelup ke dalam bumbu hanya dilakukan satu kali. Namun berbeda dengan sate ayam buatan Sri Rukan. Satenya dicelupkan dua kali ke dalam bumbu sehingga rasanya meresap sempurna.

Sate ayam buatan wanita asal Desa Bremi Kecamatan Gembong Kabupaten Pati itu sepintas tak memiliki perbedaan yang mencolok dengan sate ayam pada umumnya. Namun perbedaan akan muncul jika dinikmati.

“Bedanya lebih enak. Karena pembakarannya dua kali pencelupan. Kalau sate yang lain biasa cuma dicelup satu kali, tapi kalau di sini berani 2 kali. Jadi rasanya meresap,” kata dia, belum lama ini.

Sebetulnya, Sri mendapatkan resep sate ayam dari hasil coba-coba. Mengingat dirinya terbilang hobi dalam memasak. Adapun usaha kulinernya ia rintis sejak adanya pandemi Covid-19.

“Dapat resepnya dulu dari hobi. Dulu hobi masak. Sate sejak ada musim Corona. Waktu itu sepi pekerjaan saya pulang dari luar negeri itu coba-coba bikin usaha. Sebelum pergi ke luar negeri sudah pernah bikin seperti ini Alhamdulillah pelanggan dulu masih pada tanya,” ucapnya.

Selain berbeda cita rasa dengan sate ayam lain, sajian lezat itu juga terbilang murah yang dibandol seharga Rp 10 ribu per porsi. Dengan adanya perbedaan itu, Sri mampu menjual hingga ratusan tusuk sate.

“Kalau tidak ada pesanan 600 hingga 700 tusuk tiap hari. Daging ayamnya 8 kilo. Tapi kalau ada pesanan lebih dari itu. Tapi kalau pas puasa, dari Ashar sampai Magrib sudah tutup,” jelasnya. (lut/gih)