Olahan Singkong yang Dicari Banyak Wisatawan

NIKMAT: Pelanggan tengah menyantap getuk gembul. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

WARGA RT 1 RW 2 Dukuh Krajan, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus mampu mengolah singkong menjadi makanan yang digemari banyak wisatawan. Yakni getuk gembul.

Owner Getuk Gembul, Ana Fitriani menjelaskan, sebelumnya ia melihat ada potensi yang dapat dikembangkan dari singkong. Terlebih, desanya menjadi jujukan wisatawan saat berakhir pekan.

“Saya berinisiatif membuat makanan dan membuka usaha ini karena disini belum ada yang jual. Dan melihat potensi desa saya yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar Kudus,” ucapnya kepada Joglo Jateng, Minggu (8/10/23).

Olahan singkong yang dibandrol dengan harga Rp 35 ribu ini memiliki banyak varian rasa. Seperti matcha, vanilla, kopi, cokelat Milo, keju, dan taro. Selain itu, jika ada yang berminat request dengan rasa yang lain juga bias dibuatkan. Untuk produksinya, Ana mengambil bahan singkong dari Lereng Muria.

“Pengambilan bahan dari Lereng Muria itu diolah tanpa bahan pengawet sekalipun. Usaha yang saya jalani sudah berjalan kurang lebih 9 bulanan. Kalau untuk pemasarannya itu biasanya lewat Facebook atau WhatsApp,” ungkapnya.

TERSAJI: Tampak berbagai varian getuk gembul.

Selain diminati oleh masyarakat Kudus sendiri, getuk gembul juga banyak dicari oleh masyarakat luar. Sepertu Salatiga, Boyolali, Semarang, dan lain-lain. Ana pun berharap, usahanya bisa semakin dikenal lagi oleh khalayak yang lebih luas.

“Meskipun kini perlahan banyak semakin mengenal produk saya, saya juga pernah gagal dalam membuatnya. Kendati demikian, saya tidak pernah putus asa demi menemukan komposisi yang pas sampai saat ini,” tuturnya.

Sementara itu, pembeli yang berasal dari Desa Jepang Pakis, Aris Sofiyanto menyampaikan, makanan berbahan dasar singkong itu menurutnya sangat legit dan nikmat. Dirinya pun mengaku ketagihan.

“Saya membelinya kedua kalinya ini,” demikian kata dia. (cr12/mg4)