JEPARA, Joglo Jateng – Puluhan perwakilan korban menggeruduk rumah pemilik lahan parkiran yang terbakar di PT. HWI Jepara pada Senin (5/5) lalu. Para korban berbondong-bondong mendatangi rumah Semi yang berada di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Sabtu (30/5).
Mereka datang untuk menagih tanggung jawab atas komitmen pemilik lahan parkiran dalam mengganti rugi ratusan motor yang hangus terbakar di parkirannya.
Mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang zuhur, korban menyampaikan kendala setelah insiden motor terbakar. Ada yang harus berjalan kaki ke tempat kerjanya, meminjam sepeda motor milik kerabat, sewa motor per hari, mengambil angsuran motor baru, hingga harus resign dari tempat kerja.
Saat itu sempat terjadi ketegangan. Terlebih saat para korban hanya diminta untuk bersabar. Usai pertemuan itu, para pekerja ataupun buruh mencoba merumuskan besaran ganti rugi.
Pemilik lahan parkiran, Semi mengatakan, belum dapat mengambil sikap karena masih menunggu keterangan resmi terkait hasil penyelidikan kebakaran dari pihak kepolisian. Lebih lanjut kata Semi, kebakaran merupakan insiden bencana dan hal di luar kuasa pemilik parkiran.
Semi mengaku, juga turut merasakan keresahan para korban. “Saya paham, menyadari dan resah atas terbakarnya tempat parkiran. Tapi tolong bersabar, kami akan menyelesaikan secepatnya,” ujarnya.
Suasana semakin memanas saat kuasa hukum Semi, membandingkan status parkiran kendaraan tersebut dengan parkiran toko secara umum. “Seperti motor hilang ya risiko ditanggung sendiri,” ucapnya.
Kontan, para korban merasa geram lantaran pihak pemilik parkiran dinilai tidak sungguh-sungguh dalam memberikan kejelasan ganti rugi.
“Maksude piye iki (maksudnya bagaimana?). Kami hanya ingin meminta tanggung jawab,” celetuk para korban dengan saksama.










