KUDUS, Joglo Jateng – Zaman sudah modern, murid sudah pintar-pintar, jangan kalah sama murid. Pesan itu disampaikan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, saat membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) dalam rangka HUT ke-80 PGRI di SMP 2 Gebog, Senin, (17/11).
Sam’ani terus mendorong para guru memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Ia menegaskan perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, sehingga guru harus siap beradaptasi dan meninggalkan pola pikir konvensional yang memposisikan siswa hanya sebagai objek belajar.
Ia meminta para guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi demi kemajuan pendidikan di Kudus. Menurutnya, para siswa yang hari ini berada di sekolah merupakan calon pemimpin masa depan.
“Jangan sampai ketinggalan zaman. Terus belajar bagaimana mengarahkan dan membimbing anak berprestasi untuk Generasi Emas 2045 nanti,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan Porsenijar, Sam’ani berpesan agar seluruh guru, khususnya yang tergabung dalam PGRI Kudus, terus bersinergi melalui kegiatan semacam ini. Menurutnya, Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah memperkuat silaturahmi antarguru dan antarsekolah, sehingga dunia pendidikan di Kudus semakin kokoh.
“Semangat terus. Jaga sportivitas dan silaturahmi. Kalau guru sehat dan kuat, kinerjanya akan baik dan berdampak pada murid yang berprestasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kudus, Ahadi Setiawan, menyampaikan bahwa beragam kegiatan digelar dalam rangkaian HUT ke-80 PGRI. Pada hari ini berlangsung lomba voli antar guru dari sembilan kecamatan.
Selanjutnya, pada 21 November 2025 digelar Fun Game dengan agenda lomba paduan suara dan mini soccer usia 50 tahun, yang semuanya diikuti para guru. Seluruh kegiatan dipusatkan di Pendapa Kabupaten Kudus.
“Semoga berbagai kegiatan ini dapat meningkatkan kekompakan guru di Kudus dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ahadi juga menyambut baik arahan Bupati untuk terus meningkatkan kualitas SDM guru. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pelatihan pembelajaran mendalam yang menyasar guru di sembilan kecamatan. (iza)










