Jepara  

Tak Hanya Jadi Penerima, Penyandang Disabilitas di Jepara Diberdayakan Jadi Relawan Program Makan Bergizi

RESMIKAN: Bupati Jepara Witiarso Utomo saat melakukan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Raudlatul Ulum Kajen resmi digelar di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Selasa (2/11). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara terus menunjukkan progres positif. Tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi pelajar dan ibu hamil, program prioritas nasional ini kini membuka ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.

Kelompok berkebutuhan khusus mulai dilibatkan secara aktif dalam rantai kerja program tersebut. Hal ini terlihat di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di mana penyandang disabilitas turut ambil bagian sebagai relawan.

Sebut saja M. Syarifuddin Yahya, seorang penyandang tuna rungu yang kini aktif beraktivitas di SPPG Jlegong, Keling. Ada pula Sutriyono, penyandang cerebral palsy, yang memberdayakan dirinya di SPPG Mayonglor 1, Mayong.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa pelibatan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem pelayanan publik yang inklusif, bertepatan dengan momentum Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember.

“Kita akan selalu pastikan mereka mendapatkan hak-haknya, baik terkait pendidikan maupun kesempatan kerja. Ke depan, saya ingin lebih banyak teman-teman disabilitas yang bisa beraktivitas di SPPG,” ujar Bupati Witiarso.

Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan SPPG Yayasan Raudlatul Ulum Kajen di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Selasa (2/12/2025).