JEPARA, Joglo Jateng – Museum Kartini di Kabupaten Jepara tidak hanya menjadi ruang penyimpanan sejarah perjuangan RA. Kartini, namun juga diproyeksikan sebagai pusat studi perempuan. Selain direncanakan sebagai tempat studi perempuan, Museum Kartini juga akan diupayakan menjadi Museum Kelas A.
Rencana tersebut mengemuka saat kunjungan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dan Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (25/2/2026). Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menyampaikan, Museum Kartini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang refleksi nilai-nilai perjuangan yang hingga kini masih sangat relevan.
“Yang harus kita pahami adalah bahwa sampai hari ini apa yang diperjuangkan oleh Ibu Kartini masih sangat relevan,” ujarnya.
Ia menyoroti nilai kebebasan, kemandirian, dan kemampuan perempuan untuk tampil di depan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Ke depan, Museum Kartini diproyeksikan menjadi pusat studi perempuan yang tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga menjadi ruang diskusi, penelitian, dan penguatan kapasitas perempuan.
“Kebebasan perempuan, kemandirian perempuan, dan kemampuan perempuan untuk kemudian berada di depan. Termasuk memperjuangkan nilai-nilai, bukan hanya nilai perjuangan tapi yang paling penting nilai kemanusiaan,” jelasnya.
Kemudian, Lestari juga mendorong kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk mengajukan Museum Kartini bisa dijadikan sebagai museum kelas A. Hal itu lantaran, Museum Kartini merupakan pusat penyimpanan peninggalan sejarah pahlawan nasional emansipasi wanita.
Lestari berharap, jika Museum Kartini telah menjadi museum kelas A, sertifikasi bukan sekedar formalitas tanda tangan dokumen, melain sebuah komitmen tanggung jawab oleh Pemkab. Seperti, melakukan penataan lingkungan lokasi museum sebagai cagar budaya.
“Salah satu hal yang harus dilakukan oleh Pemda dalam mewujudkan museum tipe A, salah satunya melakukan revitalisasi dan rekontruksi museum. Tidak hanya berstatus stempel di atas kertas putih, tapi juga ada penataan lingkungan sebagai cagar budaya,” pintanya.
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jepara yang menjadikan pendopo yang sebelumnya merupakan rumah dinas Bupati sebagai Museum Kartini. “Ini Bupatinya rela untuk tidak menempati lagi. Ini menjadi sebuah komitmen penghargaan terhadap leluhur yang terus diabadikan melalui museum Kartini,” ujar Saan.
Ia menegaskan, menjaga warisan leluhur adalah tanggung jawab bersama, terlebih sosok R.A. Kartini yang dikenal sebagai pahlawan dalam dunia literasi dan emansipasi perempuan. “Kita tentu mengapresiasi sikap Bupati. Kemudian penting kita menjaga warisan leluhur. Apalagi Ibu Kartini. Kita semua tahu dalam literatur sejarah sebagai apa. Ini adalah pahlawan dalam dunia literasi,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini, Saan juga menyerahkan bantuan mobil Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai simbol penguatan literasi di daerah. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya penghapusan pajak buku guna meningkatkan minat baca masyarakat.
“Kami terus mendukung semua langkah yang hari ini dilakukan. Salah satunya tadi kita berupaya untuk tidak ada pajak buku agar meningkatkan minat baca masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan rasa hormat atas kunjungan tersebut. Ia berharap dukungan dari MPR dan DPR RI dapat mempercepat realisasi sejumlah usulan yang telah diajukan demi kemajuan masyarakat Jepara.
“Kami merasa terhormat dengan kedatangan Pak Saan dan Bu Rerie yang memperhatikan museum. Kami mengajukan beberapa usulan. Semoga bisa terealisasi untuk masyarakat Jepara,” ujarnya.
Menanggapi dorongan Museum Kelas A, Bupati mengucapkan bahwa Pemkab Jepara telah mengusulkan upaya revitalisasi Museum R.A. Kartini ke Kementerian Kebudaayaan. “Telah kami usulkan, semoga segera terealisasi dan nantinya bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi Jepara sebagai kota literasi dan pusat pengembangan nilai-nilai perjuangan perempuan yang diwariskan R.A. Kartini. (oka/gih)










