Di Balik Kenyalnya Horog-horog Jepara: Lewati 12 Tahapan dan Dikeringkan Pakai Abu Dapur

SEDERHANA: Salah satu warga Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara saat menggoreng tepung aren yang sudah di sangrai menjadi horog-horog, Minggu (20/7/2025). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

KABUPATEN Jepara memiliki makanan khas bernama horog-horog. Makanan yang terbuat dari tepung aren ini biasa disajikan sebagai pelengkap pecel, bakso, di buat nasi goreng hingga bisa dijadikan sebagai minuman rujak.

Makanan ini dibuat di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Sebuah kampung yang dijuluki sebagai kampung horog-horog. Julukan tersebut terpampang dalam gapura kecil yang berada di gang RT 11 RW 3, Desa Menganti.

Saat berada di lokasi, kampung ini memang tidak langsung terlihat. Sebab jika dilihat dari luar rumah warga, justru banyak tumpukan kayu mebel.

Namun, saat memasuki gang-gang kecil, mulai terlihat para warga yang sedang memproses tepung aren menjadi horog-horog.

Ketua Paguyuban Horog-Horog Sari Aren Manunggal (Sarma) Menganti, Kodar bercerita, proses pembuatan horog-horog membutuhkan waktu yang cukup panjang. Total terdapat 12 tahapan yang harus dilakukan oleh pengrajin untuk mengolah tepung aren menjadi horog-horog.

“Bisa satu hari tetapi kalau buru-buru. Yang paling bagus itu dua hari, mulai dari pencucian (tepung horog-horog, Red.) baru besok paginya diolah,” katanya saat ditemui di Desa Menganti, Minggu (20/7/25).

Untuk proses pencucian sendiri, menurut Kodar, membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam. Proses tersebut juga harus di ulang sebanyak tiga hingga empat kali. Sebab proses tersebut yang nantinya menentukan kualitas dari horog-horog agar tidak mudah basi.

Setelah dicuci, tepung horog-horog kemudian dikeringkan menggunakan abu dapur. Sebab abu tersebut mampu menyerap air dengan baik dan tidak menimbulkan warna serta bau pada tepung.