KUDUS, Joglo Jateng – Lokakarya 7 “Panen Hasil Belajar” Program pendidikan guru penggerak angkatan 7 digelar di Aula Serbaguna Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Selasa (4/7/23). Kegiatan lokakarya tersebut diikuti oleh 166 calon guru penggerak.
Bupati Kudus, Hartopo mengatakan, lokakarya merupakan salah satu kegiatan yang harus ditempuh oleh para calon guru penggerak untuk lebih mendalami keilmuan pendidikan mereka. Dengan demikian, ilmu yang di dapat dalam giat lokakarya bisa diimplementasikan kepada para pelajar.
“Kami berharap lokakarya ini bisa menjadi verifikasi terbaik guna menyaring calon guru penggerak,” tandasnya.
Dirinya menginginkan untuk melakukan kaderisasi disetiap sekolahan yang ada. Sebab, untuk menjadi guru penggerak perlu memiliki jiwa kepemimpinan dan menejerial yang cukup baik.
“Lokakarya ini kan hanya berlangsung selama tujuh hari saja. Artinya, tidak dapat tertanam betul. Maka dari itu, guru penggerak harus ada dasar pengalaman yang kuat di lapangan sebelum nya,” tuturnya.
Pihaknya mengingatkan, bahwa lokakarya ini jangan sampai di jadikan syarat simbolis semata. Tetapi, kegiatan ini mampu untuk dijadikan tambahan ilmu untuk mensukseskan program merdeka belajar yang kini sudah dijalankan.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada mengapresiasi seluruh calon guru penggerak yang telah menjalankan program selama kurun 6 bulan ini. Dirinya juga memberikan dorongan dalam bentuk motivasi kepada para guru yang belum berkesempatan memegang status sebagai guru penggerak untuk segera mendaftarkan diri.
“Guru penggerak saat ini berjumlah 166 orang yang terdiri dari guru Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, hingga SMKN. Semoga semua calon guru penggerak ini bakal menjadi pemimpin yang baik,” ujarnya. (cr3/fat)










