Kudus  

Pj Bupati Kudus Berharap Guru Penggerak Diperbanyak

BANGGA: Penjabat (Pj) Bupati Kudus saat melihat pameran karya 20 calon guru penggerak di PBG Kudus, pada Sabtu (2/12/2023). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 20 calon guru penggerak angkatan 8 Kabupaten Kudus mendapat apresiasi Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas C Penanggungan. Hal ini disampaikan dalam lokakarya ke-7 bertajuk Panen Hasil Belajar.

Bergas juga terus mendukung peningkatan jumlah guru penggerak di Kabupaten Kudus. Menurutnya, dengan banyaknya tenaga pendidik yang kreatif akan melahirkan siswa yang berkualitas juga.

“Makanya guru penggerak ini harus diperbanyak. Agar bisa menambah kualitas dan kuantitas guru penggerak. Semakin banyak guru penggerak semakin banyak siswa yang multitalenta,” imbuhnya di sela-sela melihat karya pameran calon guru penggerak di Pusat Belajar Guru (PBG), pada Sabtu (2/12/2023).

Pihaknya berharap, upaya dalam memajukan pembangunan di bidang pendidikan ini bisa terus berkelanjutan. Program guru penggerak sebagai program unggulan Kemendikbud ini memiliki tujuan peningkatan kompetensi guru dalam menyambut kebijakan merdeka belajar.

“Hadirnya guru penggerak juga bisa menjadi leader dalam mempercepat pencapaian visi misi serta sasaran pendidikan di Kabupaten Kudus agar lebih maju dan berkualitas. Diharapkan, guru penggerak bisa menjadi teladan. Teruslah semangat dan tunjukkan bahwa guru di Kabupaten Kudus adalah guru yang berkompeten, kreatif dan inovatif,” tandasnya.

Pasalnya, 20 calon guru penggerak tersebut meliputi guru dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Kudus.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugraha menyampaikan bahwa hingga saat ini ada 240 guru yang telah menjadi guru penggerak.

Sebanyak 240 guru tersebut meliputi guru penggerak angkatan 5 sebanyak 74 guru dan angkatan 7 sebanyak 166. Diharapkan, 20 calon guru penggerak ini bisa menambah daftar guru penggerak di Kabupaten Kudus.

“Ini lokakarya 7 berarti mereka sudah menempuh pendidikan selama 7 bulan, setelah ini nanti tinggal evaluasi, semoga bisa lolos semua,” katanya. (cr8/fat)