Pati  

Puluhan Santriwati Dicabuli, Ansor Pati Dorong Penanganan Tegas dan Berkeadilan

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati, Ahmad Nashirudin. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kasus dugaan pencabulan terjadi di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pati. Korban pencabulan pengasuh ponpes ini diungkap mencapai puluhan santriwati.

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati, Ahmad Nashirudin, pun ikut angkat bicara terkait kasus tersebut. Ia menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum kiai kepada santrinya.

“Peristiwa tersebut melukai banyak pihak. Mengingat pesantren semestinya identik dengan nilai moral, keagamaan, dan perlindungan terhadap santri di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.

Nashirudin menyampaikan bahwa pihaknya mendorong agar persoalan tersebut dapat ditangani secara tegas, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihaknya pun menekankan pentingnya menjunjung asas keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

GP Ansor Pati menegaskan dukungannya untuk memberikan pendampingan terhadap terduga korban, baik dari sisi hukum maupun psikologis. Langkah ini agar para santri yang diduga mengalami tindakan asusila mendapatkan perlindungan dan pemulihan sosial secara layak.

Di sisi lain, Nashirudin juga mengingatkan bahwa dugaan yang melibatkan oknum tidak sepatutnya digeneralisasi terhadap lembaga pesantren secara keseluruhan. Sebab, pesantren selama ini telah berperan besar dalam pendidikan karakter dan pembinaan moral generasi muda.

“Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bersama untuk terus memperkuat sistem pembinaan, pengawasan, serta perlindungan terhadap santri di berbagai lembaga pendidikan keagamaan,” tandasnya.

Ia menambahkan, GP Ansor Pati berkomitmen untuk senantiasa mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang membawa rahmat bagi semua.

Sebelumnya diberitakan, korban pencabulan di pondok pesantren di Pati ini menembus hingga 50-an santriwati. Korban merupakan santriwati di ponpes yang dibina oleh terduga pelaku yang berinisial A.

Saat ini, kasus ini masih ditangani pihak kepolisian. Polresta Pati sudah mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait dugaan pencabulan di pondok pesantren itu. (lut/rds)