KUDUS – Rangkaian kegiatan memperingati HUT Kudus ke-471 mulai dilaksanakan. Kegiatan pertama yang diselenggarakan adalah khotmil quran, bertempat di Pendapa Kabupaten Kudus, kemarin.
Acara yang diadakan di halaman pendapa Kabupaten Kudus tersebut, berlangsung dengan khidmat. Meskipun rintihan hujan deras, bercampur angin kencang menyertai kegiatan kotmil quran itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan, acara tersebut dilaksanakan guna memperingati hari jadi Kota Kudus. “Dengan dibacakannya ayat-ayat al quran, semoga Kudus semakin religius dan sejahtera,” ucapnya.
Dalam HUT kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengambil tema Kudus Bersinergi. Yang mempunyai makna mendalam. Yakni mengajak semua masyarakat untuk bangkit melawan Covid-19.
“Mempunyai makna yang mendalam, yaitu bagaimana kita semua bergotong royong dan berjuang agar Kudus bangkit dalam melawan Covid-19,” jelasnya.
Dikesempatan peringati hari jadi, Hartopo juga berharap, agar Kota Kretek ini semakin modern, cerdas, religius, dan sejahtera. Juga bisa bangkit dalam hal segalanya.
“Itu semua bisa kita wujudkan dengan bersinergi yang kuat antara pemangku kebijakan dan seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.
Rangkaian acara dalam memperingati hari jadi Kabupaten Kudus ke-471 ini, tidak lupa juga akan protokol kesehatan. Seperti, mengenakan masker, jaga jarak, dan lainnya. Yang sebagaimana itu sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan baru sekarang ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, acara peringatan HUT Kudus ke-471 ini tidak seperti sebelumnya.
“Hanya ada tiga acara, dimulai pada Selasa (22/09), dan yang terakhir pada Kamis (24/09),” terangnya.
Tidak adanya karnaval atau kirab budaya, pawai fashion show, pagelaran seni, dan kemeriahan lainnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan kondisi sekarang di tengah pandemi Covid-19. “Tidak mungkin jika kami melaksanakan agenda-agenda tersebut,” imbuhnya.
Ia menambahkan, jika masyarakat ingin memperingati HUT Kudus, dipersilahkan asal jangan lupa protokoler kesehatan yang harus dijaga. Dan banykanya peserta atau orang harus dibatasi. “Kami tidak melarang hanya saja prokes tetap dipatuhi,” tambahnya.
Pihaknya juga berharap, adanya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan yang diterapkan dari pemerintah terkait, dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus. Supaya angka jumlah positif corona semakin menurun dan mereda. (sam/yos)












