Wakil Ketua DPRD Jateng Kecam Kasus Asusila di Ponpes, Dorong Langkah Pencegahan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Syarif Abdillah. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah.

Dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir, sedikitnya delapan kasus dugaan kekerasan seksual di pondok pesantren mencuat. Kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan memicu keprihatinan berbagai pihak.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Syarif Abdillah mengatakan, kasus tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan.

Menurutnya, edukasi kepada pengasuh maupun santri perlu terus ditingkatkan. Hal ini agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

“Kami terus mendorong sosialisasi dan edukasi kepada pondok pesantren, baik kepada pengasuh maupun santrinya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).

“Pemahaman mengenai pencegahan kekerasan seksual harus diperkuat agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Ia menilai, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum setelah kasus terjadi.

Menurutnya, diperlukan penguatan pemahaman mengenai batasan relasi antara pengasuh dan santri. Termasuk, membangun budaya saling menghormati di lingkungan pesantren.

Syarif juga menyatakan, DPRD mendukung penguatan regulasi serta kolaborasi dengan organisasi pesantren.